Suatu hari seorang anak mengeluh kepada orang tuanya tentang pelajaran disekolah, ia merasa jenuh dengan semua yang ia terima, belum selesai yang satu sudah datang lagi yang lain, sehingga ia sulit untuk mencerna semua pelajaran yang telah diterangkan oleh guru – gurunya disekolah. Akibatnya sang anak merasa bosan dengan semua rutinitas yang ia jalani.
Belum selesai pelajaran disekolah, tentunya sebagai orang tua pasti akan mengajarkan pula hal – hal yang dianggap baik untuk anaknya. Mungkin setiap hari orang tua akan mengajarkan pokok bahasan yang berbeda. Sebagai orang tua, mereka terkadang lupa bahwa kapasitas otak dan kemampuan seorang anak masih terbatas, meskipun ada beberapa anak yang diciptakan lebih, namun pada umunya perkembangan otak manusia berkembang seiring dengan waktu dang pengetahuan yang ia pelajari. Karena ingin anaknya menjadi cerdas merekaberusaha memberikan aturan tentang kedisplinan yang sesungguhnya terkadang bisa membuat justru enggan untuk mengikuti apa yang dikehendaki oleh orang tua. Segala sesuatu yang bekerja terus menerus pasti membutuhkan istirahat, begitu pun dengan kemampuan otak kita.
Suatu hari pernah ada seminar dari salah seorang pakar komputernya yaitu Romi Satria Wahono, kebetulan ia mendapat kesempatan beasiswa ke jepang, dia mengatakan hal yang berbeda dengan system pendidikan di Indonesia. Dijepang ia mengatakan bahwa selama ia kuliah untuk bahasa pemrograman, ia hanya mendapatkan satu mata kuliah pemrograman yaitu C++. Kami menanyakan kepada beliau mengapa seperti itu, beliau menjelaskan bahwa disana sesuatu dipelajari hingga kita benar expert untuk hal tersebut, tidak seperti yang kita pelajari di Indonesia, apapun akan kita pelajari meskipun hanya sedikit dari pengetahuan itu, sehingga kita tidak benar – benar ahli untuk bidang tersebut, dan tentunya ini akan menjadi point minus untuk kita.
Hal ini mengingatkan ku pada perkataan kakek tua yang sedang bercengkrama dengan cucunya, dimana didepannya terdapat satu teko air minum dengan satu buah gelas, sang kakek menanyakan pada cucunya bagaimana cara menghabiskan satu teko air dengan gelas, dengan mudahnya sang cucu menjawab, bahwa ia akan menuangkannya kedalam gelas secara berulanag – ulang hingga air itu habis. Lalu sang kakek menjelaskan sesuatu hal, bahwa untuk menimba ilmu, seseorang tidak sekaligus mempelajarinya untuk bisa menjadi seorang ahli, seseorang harus mempelajarinya sedikit demi sedikit, ibarat kita menghabiskan satu teko air dengan gelas, tentunya kita akan mengosongkan gelas terlebih dahulu sebelum kita mengisinya dengan air, dan akan terus begitu hingga air diteko akan terus berkurang.

0 komentar
Posting Komentar